Olahraga di umur lanjut bisa mencegah penyakit jantung & stro

Olahraga di umur lanjut bisa mencegah penyakit jantung & stro

Resistextremeenergy.orgOlahraga di umur lanjut bisa mencegah penyakit jantung & stroke

Olahraga di umur lanjut bisa mencegah penyakit jantung & stroke
Olahraga di umur lanjut bisa mencegah penyakit jantung & stroke
  • Olahraga

Olahraga di umur lanjut secara signifikan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. sebuah studi menemukan bahwa peningkatan kesibukan di atas umur 60 bisa secara signifikan mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

pada 2015, 900 juta Sumber orang tepercaya, secara global, berusia di atas 60 tahun. Pada 2050, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan angka itu akan menempuh 2 miliar.

Sementara itu biasa bagi orang untuk menjadi kurang aktif sebab umur memberi pengaruh kesanggupan jasmani seseorang, sebuah penelitian yang baru saja diterbitkan dalam European Heart Journalfinds bahwa mempertahankan tingkat kesibukan atau menjadi lebih aktif pada tahap kehidupan ini penting untuk mengurangi risiko. serangan jantung dan stroke.

Para peneliti menemukan bahwa peserta studi yang mengurangi tingkat olahraga mereka dari waktu ke waktu mempunyai kemungkinan 27% lebih besar terkena permasalahan jantung dan pembuluh darah. Mereka yang menjadi lebih aktif mengurangi risiko mereka sebanyak 11%.

Mempelajari kesibukan jasmani di umur yang lebih tua

Data sudah dikumpulkan oleh National Health Insurance Service (NIHS), yang menyediakan layanan kesehatan bagi sekitar 97% populasi Korea Selatan. Umur rata-rata peserta ialah 67, dan 47% ialah laki-laki.

NIHS melaksanakan dua pemeriksaan kesehatan individu, satu pada 2009-2010 dan satu pada 2011-2012. Para peneliti mengumpulkan data perihal peserta ini sampai 2016.

Selama tiap pemeriksaan, penyedia layanan kesehatan bertanya terhadap peserta perihal tingkat kesibukan jasmani dan gaya hidup mereka.

Para peneliti mendefinisikan kesibukan jasmani sedang sebagai 30 menit atau lebih per hari menarikan, berkebun, atau jalan pesat. Berlari dua puluh menit atau lebih, bersepeda pesat, atau olahraga aerobik tiap hari dianggap sebagai olahraga yang kuat.

Dalam pemeriksaan kesehatan NIHS kedua mereka, para peserta melaporkan bagaimana tingkat kesibukan mereka sudah berubah semenjak pemeriksaan pertama.

Mayoritas peserta, sekitar dua pertiga, tak aktif pada ketika kedua pemeriksaan. Sekitar 78% wanita secara jasmani tak aktif pada pemeriksaan kesehatan pertama, dan angka ini pada pemeriksaan kedua kaprah-kaprah sama, adalah 77%.

Cuma 22% dari keseluruhan golongan sudah meningkatkan tingkat kesibukan mereka di antara pemeriksaan, sementara 54% peserta yang sudah berolahraga secara teratur lima kali atau lebih per pekan sudah menjadi tak aktif pada ketika penapisan kedua.

Para peneliti juga menelaah klaim medis nasional berkaitan penyakit jantung dan stroke serta catatan rumah sakit dari Januari 2013 sampai Desember 2016.

Pada akhir jangka waktu penelitian, 114.856 kasus penyakit jantung atau stroke sudah dilaporkan di antara kohort. Para peneliti menyesuaikan elemen-elemen seperti status sosial ekonomi, umur, macam kelamin, keadaan medis lainnya, dan rinci gaya hidup seperti mengisap rokok dan pemakaian alkohol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *